Pemahaman dasar tentang sistem pelumasan otomatis

Pelumasan sangat penting untuk menjaga peralatan terus bergerak dan mengurangi biaya pengoperasian Anda. Tanpa pelumasan yang tepat, peralatan Anda dapat rusak dan mengalami downtime hingga berkurangnya life time dari alat itu sendiri, yang jelas berdampak buruk pada keuntungan perusahaan Anda. Pelumasan otomatis adalah jawabannya.

Komponen Dasar Sistem Pelumasan Otomatis

Komponen dasar dari sistem pelumasan otomatis adalah metering device (perangkat pengukur), pump (pompa), controller (alat kontrol), tubing/hose (pipa/selang), dan accessories untuk menghubungkan ke titik-titik pelumasan. Banyak aksesori juga tersedia untuk meningkatkan atau melengkapi pengoperasian sistem. PT. Liotec Mitra Utama menawarkan sistem pelumasan otomatis lengkap untuk beberapa industri, termasuk manufaktur industri dalam pabrik, pertambangan, konstruksi (alat berat), food & beverage, energi, dan on-road mobile applications.

Metering Device (Perangkat Pengukur)

Inti dari setiap sistem pelumasan otomatis adalah Metering Device (Perangkat Pengukur). Orang-orang sering kali bertanya mengapa mereka tidak bisa memakai pipa dua arah secara langsung untuk mendapatkan sistem dua arah. Cairan dalam sistem seperti itu akan mengambil jalur yang resistensinya paling kecil, sehingga hanya mengarah ke satu titik. Untuk mencegah cairan mengambil jalur dengan resistansi terkecil, maka digunakanlah perangkat pengukur.

Pump (Pompa)

Pompa menyediakan aliran oli atau grease dengan variasi tekanan untuk menggerakkan perangkat pengukur. Berbagai variasi pompa menawarkan berbagai laju aliran dan rentang tekanan – dan kompatibilitas dengan berbagai power sources – sehingga pemilihan pompa akan didasarkan pada kebutuhan sistem dan power sources yang tersedia. Pompa yang digunakan dengan injektor juga harus menyertakan katup ventilasi agar injektor dapat disetel ulang. Beberapa pompa juga memiliki pengukur, seperti pompa piston yang digunakan dalam box pelumas, tetapi sebagian besar pompa merupakan unit terpisah.

Controller (Alat Kontrol)

Alat Kontrol mengatur waktu atau program untuk mengeluarkan pelumas secara teratur. Beberapa pompa memiliki alat kontrol internal, dan juga ada sistem yang menggunakan alat kontrol yang terpisah dari pompa. Karena alat kontrol dapat diprogram, maka alat ini sangat fleksibel dan beberapa alat kontrol dapat mencakup berbagai aplikasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah voltase yang tersedia dan sensor yang digunakan dalam aplikasi. Alat kontrol perlu memiliki input untuk sensor yang akan dihubungkan dengan alat kontrol tersebut.

Tubing and Fittings (Selang dan Fiting)

Memilih komponen selang yang tepat harus dilakukan karena harus cukup kuat untuk menahan tekanan dari sistem, dan harus memiliki diameter yang cukup agar grease atau oli dapat mengalir tanpa menimbulkan tekanan yang berlebihan. Jika selang terlalu lemah bisa pecah dan menjadi berantakan atau lebih buruk, bisa mencelakai seseorang. Jika selang terlalu sempit, sistem mungkin tidak berfungsi sama sekali karena tekanan yang diperlukan untuk mengalirkan cairan melalui selang mungkin terlalu tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memahami kebutuhan aplikasi saat memilih komponen Selang dan Fiting.

Part Opsional

Berbagai macam variasi komponen opsional tersedia untuk setiap sistem. Berikut adalah beberapa contoh:

  • Sensor untuk mendeteksi siklus atau tekanan
  • Filter untuk oli atau grease dan air filter
  • Stroke Sensor
  • Check Valves

Walaupun sekilas sistem pelumasan mungkin tampak rumit, ketika dilihat dari komponen dasarnya, sebenarnya cukup sederhana. Memahami komponen ini akan memudahkan dalam mendesain dan memesan suku cadang untuk suatu sistem, serta memecahkan masalah dan memperbaiki sistem yang ada.

PT. Liotec Mitra Utama dapat membantu Anda merancang dan menentukan sistem yang tepat untuk aplikasi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *